Proses Pengolahan yang ada di Pabrik Crude Palm Oil

Proses Pengolahan yang ada di Pabrik Crude Palm Oil – Crude Palm Oil atau Minyak Kelapa Sawit merupakan sebuah komoditi yang sangat penting bagi Indonesia. Minyak kelapa sawit seringkali digunakan sebagai bahan baku di berbagai macam industri seperti kosmetik, makanan, minyak nabati, minuman, dll. Oleh karena itu, permintaan terhadap minyak kelapa sawit sangatlah tinggi. Indonesia juga dikenal sebagai salah satu eksportir terbesar dalam komoditi minyak kelapa sawit. Hal ini dikarenakan banyaknya jumlah perkebunan kelapa sawit yang tersedia di Indonesia. Selain itu, ada beberapa pabrik pengolahan minyak kelapa sawit yang beroperasi di Indonesia. Sehingga, produktivitas pabrik pengolahan dapat memenuhi kebutuhan kelapa sawit baik dalam negeri maupun luar negeri. Dalam sebuah proses pengolahan buah kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit, tentu tidak dapat dipisahkan dari macam – macam proses pengolahan beserta alat yang digunakan.

Berikut ini berbagai macam proses pengolahan yang dilakukan untuk mengolah buah kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit.

Secara umum, proses pengolahan crude palm oil dapat dibedakan menjadi beberapa proses yaitu loading ramp, sterilizer, thresser, stasiun press, stasium pemurnian, dan stasiun kernel. Setiap proses dilakukan dengan fungsi dan tujuan yang berbeda. Selain itu, setiap fungsi juga menggunakan alat dan mesin yang berbeda. Sebagai contoh proses loading ramp merupakan proses pertama dari pengolahan Crude Palm Oil. Pada proses ini, buah kelapa sawit akan dimasukkan ke ramp cage yang dibuat dengan 30 pintu. Sistem hidrolik digunakan untuk mengatur pintu tersebut. Setelah selesai dimasukkan ke dalam ramp cage, buah kelapa sawit selanjutnya dimasukkan ke proses sterilizer dengan menggunakan loader. Proses sterilisasi memiliki beberapa fungsi penting sehingga harus dilakukan dengan hati – hati. Fungsi dari sterilisasi yang dilakukan dengan perebusan tiga peak adalah untuk mematikan enzim yang ada di buah kelapa sawit, mengurangi kadar air yang terdapat dalam buah kelapa sawit, melepaskan brondolan yang ada pada tandan kelapa sawit, memudahkan proses pelumatan buah dengan cara mengurangi tingkat kekerasan mesocarp serta membanti kernel lepas dari cangkang. Umumnya, proses sterilisasi ini dilakukan selama 85 – 95 menit dengan menggunakan BVP (Back Pressure Vessel).

Proses selanjutnya adalah dengan menggunakan thresser. Proses ini dilakukan untuk melepaskan berondolan yang ada pada tandan buah kelapa sawit. Thresser merupakan sebuah alat yang beroperasi dengan kecepatan sebesar 22 – 25 rpm. Setelah berondolan lepas, maka tandan akan dipindahkan ke bagian empty bunch conveyor. Proses selanjutnya adalah dengan menggunakan stasium press. Proses ini memungkinkan berondolan yang telah lepas dari tandan untuk diolah menjadi bahan selanjutnya dengan menggunakan beberapa mesin. Salah satunya adalah digester yang berupa tangki silinder dengan pisau pengaduk. Kegunaan pisau pengaduk itu adalah memecah berondolan menjadi ukuran yang lebih kecil. Setelah itu, berondolan aka masuk ke mesin screw press untuk mengeluarkan minyak dari dalam buah. Setelah minyak keluar, maka minyak akan diangkut ke sand trap tank untuk diendapkan.

Proses selanjutnya adalah pemurnian minyak yang dilakukan di stasiun pemurnian. Ada beberapa alat yang digunakan seperti sand trap tank, vibrating screen, crude oil tank (COT), continuous settling tank, oil tank, purifier, vacuum drier, sludge tank, sludge centrifudge, sludge drain tank, fat pit, dan storage tank. Proses selanjutnya dilakukan di stasiun kernel yang berfungsi untuk memisahkan inti dari cangkang serta serabut dari nut. Mesin dan alat yang digunakan adalah cake breaker conveyor (CBC), depericaper, nut polishing drum, nut silo, ripple MIL, kernel grading drum, light tenera dry separator (LTDS), clay bath, dan kernel silo.

3 Strategi Meningkatkan Kepuasaan Konsumen

3 Strategi Meningkatkan Kepuasaan Konsumen – Keberhasilan memasarkan produk terjadi saat konsumen puas dengan produk tersebut. Pihak pabrik dapat mengetahui pelanggan puas melalui tanggapan positif diberbagai media dan produk yang dipasarkan selalu habis, bahkan melampaui batas target. Untuk itulah anda harus membuka komunikasi dengan masyarakat sehingga dapat mengembangkan kualitas produk, dan hal pendukung lainnya.

Strategi Menigkatkan Kepuasan Konsumen

Tak dipungkiri mayoritas badan usaha memiliki website khusus sebuah produk yang ditawarkan, termasuk beberapa akun media sosial. Siapa sangka hal tersebut penting untuk menunjang perkembangan produk sekaligus mencari konsumen diberbagai daerah.

Apalagi menggunakan media online untuk kepentingan pabrik, bagus loh mengetahui produk diminati masyarakat atau tidak. Pasalnya pihak pabrik akan mengetahui tanggapan konsumen di koleksi foto produk pada website, di akun media sosial. Apalagi kebanyakan konsumen memberikan tanggapan positif maupun kritik dan saran, hal tersebut membuat pihak pabrik giat mencari inovasi sehingga kepuasan konsumen meningkat.

Berikut ada 3 strategi yang dapat dilakukan, diantaranya adalah:

1. Fokus Pada Kepuasan Pelanggan
Memang, tujuan seseorang memasarkan produk adalah mendapatkan keuntungan besar sehingga kehidupan anda sejahtera bersama keluarga. Disamping itu, usahakan fokus membuat produk aman digunakan sehingga pelanggan akan puas. Hal tersebut tentu memberikan keuntungan besar karena semakin banyak orang membeli produk anda.

Berikan manfaat dan pelayanan yang bagus untuk pelanggan, sekalipun ada yang batal membeli. Jika anda menerapkan strategi tersebut dipastikan produk dapat mengimbangi persaingan pasar, bahkan menjadi produk andalan masyarakat.

2. Menyesuaikan Harga Beserta Kualitas Produk
Banyak produk serupa tetapi harganyanya berbeda, namun pasti kualitasnya berbeda. Pasalnya ada pepatah mengatakan bahwa ada rupa maka ada harga, untuk itulah sesuaikan harga jual dengan kualitas produk. Jika produk anda memiliki kualitas baik maka berikan harga terjangkau agar tak memberatkan masyarakat, sebaliknya jika produk memiliki kualitas kurang baik maka berikan harga yang tak terlalu mahal.

Hal tersebut untuk meminimalisir hal-hal yang tak diinginkan terjadi pada kinerja pabrik. Pasalnya tak semua orang langsung membeli di satu pabrik, mereka lebih senang membandingkan produk serupa di berbagai pabrik dengan membandingkan harga dan kualitasnya. Jika kualitas dan harga produk anda sesuai, maka produk menjadi incaran banyak orang.

3. Jalin Komunikasi Dengan Pelanggan
Entah itu pabrik kecil maupun besar, jangan sampai anda slow respon pada pelanggan. Jangan biarkan calon pelanggan menunggu jawaban anda membalas chating maupun Whatsapp mengenai pertanyaan produk, hal tersebut memicu calon pelanggan kecewa dan tidak membeli produk anda.

Usahakan jalin komunikasi dengan pelanggan dengan ramah. Berikan pelayanan dengan ramah dan arahan mengenai produk sehingga mereka nyaman belanja produk anda, jika anda sibuk sebaiknya mencari admin yang bertugas mengelola alat komunikasi pabrik seperti smartphone, website dan lain-lain untuk menjalin komunikasi dengan pelanggan.